RSS

>><<...Kupu-kupu...>><<






My Lovely Sam-Soon



The Skinny:

A single, tough-talking pastry chef deals with the perils of love and life in My Lovely Sam-Soon, the most popular Korean TV drama of 2005. Thanks to an ample dosage of humor and charming performances from its cast members, particularly leading actress Kim Seon-Ah and newcomer Daniel Henney, this is one K-drama that lives up to the hype.

Review:
If you absolutely must watch a soap opera, what kind of protagonist would you prefer? An angelic, beautiful, and wholly-unrealistic do-gooder or someone who’s a little rougher around the edges? If the latter is your pref

erence, then you’ll be very pleased with the K-drama phenomenon My Lovely Sam-Soon. The show’s title character is a refreshing departure from the types of heroines traditionally depicted in Korean television drama. Rather than subject viewers to another gorgeous, and thus, inaccessible Cinderella-type waiting for her Prince Charming, the people behind My Lovely Sam-Soon have instead given audiences a character they can relate to: everywoman Kim
Sam-Soon.

::...Hyeon Bin comforts Kim Seon-Ah in My Lovely Sam-Soon...::

Actress Kim Seon-Ah gained fifteen pounds to play the role of the mouthy, plain-looking, and slightly overweight (read: normal!) pastry chef who just so happens to be pushing thirty. She comes from a lower class background and doesn’t have a college degree, but she doesn’t let other people’s prejudices get in the way of her dreams and goals. The only thing that she really has a problem with is her name, which she hopes to legally change to “Kim Hee-Jin” if her mother will allow it.
After losing both her job and her boyfriend on Christmas Eve, Sam-Soon crosses paths with Hyeon Jin-Heon (Hyeon Bin), the twenty-seven year old owner of the French restaurant “Bon Appetit”. Of course, the two immediately despise each other, but a confluence of events impels Jin-Heon to hire Sam-Soon as his pastry chef. Sam-Soon is initially hesitant to work for Jin-Heon, but realizing she needs the money, our heroine decides to accept the position. Her only condition is to be called “Kim Hee-Jin,” a request which inexplicably upsets Jin-Heon, but after some consideration, he goes along with her demands. Then, in a move that could only happen in a soap opera, Jin-Heon hires Sam-Soon to pose as his girlfriend so his meddling mother will stop setting him up on blind dates. Can you see how this is going to get a little complicated?

Aku Suka Citer nie...memang best giLerrr!!

::...Sam-Soon LoVe Sam-Sick...::

--==...Setiakah BinTang Menemaniku...==--


Semalam bila aku bangun dari tidur yang tak lena, aku lihat bintang sudah pulang, sedangkan masih belum waktunya. sedihnya hati aku tak terluah dek kata-kata, baru sebentar tadi sang bintang beriya-iya berjanji menemani aku untuk selamanya. aku jadi tak percaya lagi pada dia. kenapa aku harus ditipu? kenapa aku harus dibohong setelah dia sendiri melihat aku di jendela menemaninya setiap malam, biar sejuk ke tulang tapi aku tak pernah jadikan alasan.menangis aku kesunyian, bintang hilang. nyatanya jelasnya tak ada yang mampu aku percaya lagi kecuali DIA. hari terus melangkah bila sang matahari tersenyum. malam nanti aku mahu menunggu bintang lagi dan terus di sini selagi setia.

Adakah itu Jalan Terindah Buatku...


di kiri dan kanan ini ada jalan yang terbentang luas, terpulang pada diri aku sendiri jalan mana yang mahu aku pilih untuk masa depan aku sendiri, ingin saja aku persetankan setiap manusia di kiri dan kanan ini yang hanya menunggu masa bertepuk tangan meraikan kegagalan aku dalam kehidupan, yang mahu memimpin tangan hanya segolongan, namun aku bersyukur kerana masih punya insan yang sudi berkongsi rasa kasih ini. jalan terindah, itu yang aku mahukan, di dalam saki baki masa ini dengan waktu yang terlalu terhad mengejar yang di hadapan, sempat aku ciptakan satu angan yang aku harapkan ianya bukan kosong, aku mahu terus di sini mencipta sebuah kejayaan yang mimpinya tak pernah putus aku ciptakan di dalam lena tidurku. sejauh mana pun kasih manusia itu pada aku, nyatanya telah aku sematkan ianya tak akan kekal selamanya, aku simpulkan, biar masa yang menentukan segalanya, aku yakin andai ada kurniaan Tuhan, andai surat tertulis takdir suratan, segala yang terindah pastinya dalam genggaman aku. biarlah siapa juga yang mahu menipu aku dengan segala lakon mereka, akan aku terima, namanya sudah kehidupan di mana ini adalah pentas dunia, sejauh mana lakonan itu aku mahu diam menyimpul tangan melihat keberkesanannya, cuma andai tiba saat itu bilamana lakonan itu gagal di kaki aku, tahulah manusia itu di mana letaknya diri mereka sendiri. bukan dendam yang mahu aku ciptakan tapi diri ini sudah bosan dengan setiap manusia manusia plastik yang berselerak di mana saja. saat ini hati dan perasaan ini sudah terisi, setiap hari aku melihat gerak tingkah yang seakan setia namun belum tentu hujungnya bila. p/s : 'tiada janji untuk setia kerana kita tercipta untuk menerima takdirNya'